
Yogyakarta, Pemerintah Provinsi Jawa Barat kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional dalam bidang pengadaan barang dan jasa. Melalui Biro Pengadaan Barang dan Jasa, Pemprov Jawa Barat berhasil meraih Best Adoption of Government Marketplace Award pada ajang Mbizmarket Award 2025.
Penghargaan tersebut diserahkan dalam rangkaian acara Mbizmarket Award 2025 yang diselenggarakan pada Kamis, 29 Januari 2026, bertempat di Alana Hotel Yogyakarta, dan dihadiri oleh perwakilan kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah dari berbagai wilayah di Indonesia.
Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas komitmen dan konsistensi Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam mengadopsi serta mengoptimalkan pemanfaatan marketplace pemerintah sebagai sarana pengadaan barang dan jasa yang transparan, efisien, dan akuntabel. Pemanfaatan marketplace dinilai mampu mempercepat proses pengadaan sekaligus memperluas partisipasi pelaku usaha, khususnya UMKM, dalam belanja pemerintah daerah.
“Penghargaan ini menjadi bukti bahwa transformasi digital pengadaan di Jawa Barat berjalan secara nyata dan berkelanjutan. Marketplace pemerintah bukan hanya mempermudah proses pengadaan, tetapi juga mendorong transparansi serta memberikan kesempatan yang lebih luas bagi pelaku usaha,” ujar Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa.
Biro Pengadaan Barang dan Jasa Provinsi Jawa Barat secara aktif mendorong seluruh perangkat daerah untuk memanfaatkan marketplace pemerintah sebagai bagian dari penguatan tata kelola pengadaan yang modern dan berintegritas. Langkah ini sejalan dengan kebijakan nasional dalam mendorong digitalisasi pengadaan serta peningkatan kualitas belanja pemerintah.
Penghargaan Best Adoption of Government Marketplace Award diberikan kepada instansi pemerintah yang dinilai unggul dalam tingkat adopsi, konsistensi penggunaan, serta dampak positif pemanfaatan marketplace terhadap efektivitas dan efisiensi pengadaan barang dan jasa.
Ke depan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pengadaan barang dan jasa melalui pemanfaatan teknologi digital, penguatan kapasitas sumber daya manusia, serta kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, guna mendukung pembangunan daerah yang transparan, inklusif, dan berkelanjutan.
Penulis: anna



